Triterpenoid dan steroid

Buah Merah (Pandanus conoideus Lam), is an endemic plant from Papua and its surrounding. Oil of buah merah known and claimed for cancer, HIV/AIDS, lung tuberculosis, diabetic and decreased blood cholesterol treatment. Since buah merah oil widlly is used in communities, safety test is needed. There were no toxic effects as abnormal behavior or mortality in rats, even using in high dose of, 5 ml/200g body weight or approximately times of human dose (1 x HD= 30 ml). Due to this situation, the acute toxicity has been done by Biomedical and Pharmaceutical Research and Development Center, at 2006. The result showed that qualitative test based on chemical group compounds, triterpenoid, phenol and steroid have been found clearly. Basically the oil is not toxic for single dose. Since there's no mortality, the LD5o will be considered as pseudo LD5o. that means that doses of 5 ml/200g body weight of Wistar rat is safe for utilization, or the safety dose for human will bein a very large range.

Steroid Scandels What Happens When Pro Athletes Get Caught Using Steroids They don’t even test for HGH, EPO’s, synthetic testosterone, Victor Conte’s designer steroids that are undetectable with CURRENT testing being done in MMA or blood … Balkan Pharmaceuticals Steroids NeoMeds – Buy Steroids Online | Legal … – is the best place where you can
How To Inject Steroids Safely Does Winstrol Steroids really work? Or it has side effects. Read this detailed Winsol review to discover all the pros and cons, ingredients and buying option. Stamaril – Summary of Product Characteristics (SPC) by Sanofi Pasteur 20-8-2009  · Supplement Marketing on Steroids by Alan Aragon examines the recent claims for Anaconda by Testosterone nation and looks

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen Þ tokimia yang terdapat pada biji teratai dan ekstrak etil asetat bijiteratai dan mengetahui aktivitas antibakterinya terhadap penyebab diare ( Enteropatogenik , ) pada tikus percobaan. Perlakuan diberikan pada tikus jantan jenis Sprague Dawley (berat 140 ±5 g) selama28 hari. Tikus percobaan dibagi menjadi 4 grup yaitu, grup 1, kontrol (mendapatkan ransum standar), grup 2 yangmendapat ransum yang disubstitusi tepung biji teratai (18,7 g/100 g), grup 3 yang mendapat ransum yang disubstitusiFOS (fruktooligosakarida, 6 g/100 g), dan grup 4 yang mendapat ransum standar dan ekstrak etil asetat biji teratai(17,8 mg/ml). Setelah 2 minggu perlakuan ransum, tikus percobaan diintervensi secara oral dengan 0,3 ml dari 106CFU/ml EPEC selama 1 minggu sehingga diare. Aktivitas biologis ransum perlakuan diamati dengan mengamatibobot badan, konsumsi ransum per hari, eÞ siensi ransum, total mikroba, total dan total bakteri asam laktatdari isi sekum tikus percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji teratai mengandung alkaloid, ß avonoid,steroid, glikosida, tanin, saponin, dan triterpenoid, sedangkan ekstrak etil asetat biji teratai mengandung alkaloid,ß avonoid, tanin, glikosida, saponin dan triterpenoid. Substitusi biji teratai pada ransum mampu menurunkan isi sekum, baik setelah intervensi maupun setelah intervensi EPEC dihentikan. Sementara pemberian ekstrakbiji teratai mampu menurunkan total isi sekum setelah intervensi dihentikan. EÞ siensi ransum pada grup yangdisubstitusi biji teratai lebih tinggi dibandingkan kontrol dan ekstrak biji teratai (P<). Perlakuan substitusi bijiteratai, dan pemberian ekstrak biji teratai dapat mencegah kerusakan pada vili usus halus akibat dari serangan . Berdasarkan penelitian ini, baik bjii teratai maupun ekstrak biji teratai mengandung senyawa aktifyang mampu mencegah dan menghambat pertumbuhan penyebab kunci: Biji teratai, Enterophatogenic Escherichia coli, ekstrak etil asetat, antibakteri, diare.

Triterpenoid dan steroid

triterpenoid dan steroid


triterpenoid dan steroidtriterpenoid dan steroidtriterpenoid dan steroidtriterpenoid dan steroidtriterpenoid dan steroid